Kapolri dalam sambutannya menyoroti beberapa kebijakan strategis yang telah disiapkan, termasuk penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, penyeberangan laut, penghentian sementara proyek konstruksi, serta pengalihfungsian tempat penimbangan kendaraan sebagai area istirahat pengguna jalan. “Sosialisasikan SKB ini kepada masyarakat melalui berbagai saluran media agar dipahami dan dilaksanakan dengan baik,
Selain itu, Kapolri mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil-genap, contra flow, dan one way system akan diterapkan berdasarkan analisis data real-time dari CCTV, traffic counting, dan laporan lapangan. “Ini untuk mengurai kepadatan arus dan memastikan kelancaran perjalanan,”ujar Kapolri
Untuk jalur penyeberangan laut, Kapolri menyebutkan akan diterapkan delaying system, buffer zone, screening tiket, serta pola operasi kapal Tiba Bongkar Berangkat. “Kami juga akan memastikan stabilitas harga bahan pokok (bapokting) dan BBM, serta mengawasi distribusi pasokan agar tidak terjadi penimbunan,” tegasnya.
Kapolri juga mengingatkan petugas lapangan untuk bersikap humanis dan memberikan edukasi kepada pengemudi. “Imbau pengemudi untuk beristirahat guna menghindari microsleep, lakukan pengecekan kesehatan pengemudi dan kondisi kendaraan, serta siagakan personel di titik-titik rawan kecelakaan,
Usai apel, Bupati Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan kesiapan Pemkab Kendal dalam menyambut arus mudik. “Infrastruktur jalan sudah diperbaiki sesuai instruksi gubernur, dan objek wisata juga dilengkapi sesuai perencanaan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa semua pihak telah bersinergi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama mudik Lebaran.
Operasi Ketupat Candi Tahun 2025, diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengatasi tantangan arus mudik, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Kendal,"pungkasnya
(Prawoto)